Tasikmalaya,Hallo Berita Online.Com-“Biru Seru” konsep ini digagas oleh Wawan Widarmanto atau yang kerap di panggil Aba Azri, aktifis Pendidikan dan Sosial asal Kecamatan Pagerageung, digerakan sejak tahun 2010 sampai dengan 2015 se-Kabupaten Tasikmalaya di Yayasan Amal Ikhlas Mandiri Kampung Tabrik Desa Puteran,Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
“Dan mulai tahun 2016 anggotanya se-Priangan Timur yang tempat kegiatannya di alihkan ke Wahana Edukasi Sukahaji Waterboom di bawah naungan tanggungjawab Yayasan Rumah Sampah Indonesia Kampung Tabrik Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Pengalihan tempat ini karena alasan teretorial, supaya ada di tengah, terjangkau dari 6 Kabupaten/Kota se-Priangan Timur.
Hal tersebut disampaikan Wawan Widarmanto atau yang kerap di panggil Aba Azri, aktifis Pendidikan dan Sosial asal Kecamatan Pagerageung,kepada wartawan hallo berita online.Com saat ditemui di Ruang Kerjanya di kecamatan Pagerageung, Jumat (9/1/2026).
Dikatakannya,program pembinaan seratus guru ini sudah berjalan 17 angkatan selama 16 tahun ; pada angkatan ke 13 tahun 2023, karena banyak yang minat, maka di buatkan 2 angkatan.
“Alhamdulillah Sudah mengeluarkan kurang lebih 2700 guru. Artinya walau makna Biru Seru adalah 100 guru, karena antusias calon peserta setiap tahun selalu membludak, walau target cuma menerima 100 orang, ternyata yg daftar selalu lebih dari 100 orang, “ujar Wawan.
Menurutnya,membina guru PAUD se-Priangan Timur di utamakan dari daerah terpencil dan masih butuh bimbingan. Kriteria guru yang di bina adalah guru PAUD yang belum berkesempatan kuliah S1 dan bahkan anggota angkatan 1 tahun 2010, banyak yang status guru PAUD yang di bina, mereka keluaran SMP/MTs, dan rata-rata hampir 100% keluaran SMA dan sederajat.
“Asumsi di selenggarakan program ini adalah membantu program pemerintah dan Ikatan Guru semua layanan dalam meningkatkan kualitas Guru PAUD. Harapannya agar mereka mampu mengajar dan mendidik anak didiknya sesuai didaktik dan metodik yang benar menurut aturan pemerintah dan kaidah para pakar pendidikan,” ungkap Wawan.

