Pewarta:H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan halal bi halal yang digelar oleh Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Tasikmalaya di Green Saboga Jalan Noenoeng Tisna Saputra, Senin (13/04/26).
Kegiatan tersebut tampak dihadiri oleh Asisten Daerah 1 H Rachmat Riza Setiawan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ( Kabag Kesra) Setda Kota Tasikmalaya H Asep Dudi, S.Ag.,M.Si serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Asda 1 B Rachmat Riza Setiawan membacakan sambutan tertulis Wali Kota Tasikmalaya.
Halal bihalal seperti ini jangan kita baca hanya sebagai acara rutin setelah Idulfitri. Di dalamnya ada makna yang jauh lebih dalam, Ada ruang untuk saling memaafkan, dan ada ruang untuk menyamakan kembali niat dalam mendidik generasi. Karena pada akhirnya, dunia pendidikan terutama pendidikan anak usia dini memang selalu dimulai dari hati yang bersih, niat yang lurus, dan keteladanan yang nyata.
Baca Juga:Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Hadiri Halal Bihalal PCNU Kabupaten Tasikmalaya
Saya memandang, peran kepala RA dan para pendidik RA ini sangat istimewa. Sebab yang dibentuk di RA bukan hanya anak-anak yang bisa mengenal huruf, angka, dan warna. Yang sedang dibangun sesungguhnya adalah fondasi akhlak, kebiasaan baik, rasa aman, kedisiplinan, dan cinta kepada agama sejak usia paling awal. Kota yang baik itu sesungguhnya tidak lahir pertama kali dari gedung yang megah atau jalan yang lebar, tetapi dari ruang-ruang belajar kecil tempat anak-anak diajarkan berdoa, menyapa dengan sopan, berbagi dengan teman, dan menghormati gurunya. Di sanalah masa depan kota ini mulai ditanam.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya memandang kehadiran dan peran RA sangat sejalan dengan arah pembangunan kota kita. Visi Kota Tasikmalaya adalah menjadi kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan. Visi itu tentu tidak akan kokoh kalau fondasi manusianya tidak disiapkan sejak dini. Di sinilah pentingnya ikhtiar kita bersama melalui semangat Tasik Pintar dan Tasik Religius. Tasik Pintar tidak cukup
dimaknai hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga dengan pembentukan karakter. Tasik Religius juga tidak cukup berhenti pada simbol, tetapi harus hidup dalam keseharian anak-anak kita, dalam cara mereka berbicara, bersikap, dan tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Di tengah zaman yang terus berubah cepat seperti sekarang, anak-anak kita sedang tumbuh di lingkungan yang penuh tantangan. Arus informasi begitu deras, gawai hadir sejak usia sangat muda, dan ruang sosial anak tidak lagi sesederhana dulu. Karena itu, sekolah dan rumah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan lingkungan belajar yang ramah, sehat, teduh, dan penuh kasih. Anak-anak kita harus tumbuh dalam suasana yang membuat mereka merasa aman, dihargai, dan dibimbing dengan cinta. Maka saya titip, mari kita jaga bersama agar lembaga-lembaga RA menjadi ruang yang menggembirakan bagi anak, menguatkan bagi orang tua, dan membanggakan bagi masyarakat.

