Pewarta: Usup Supriatna.
Purwakarta,Hallo Berita Online.Com-
Sebuah video dugaan kekerasan di jalan yang viral di media sosial Instagram menjadi perhatian jajaran Polres Purwakarta. Video tersebut memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap seorang kah cepat dengan mencari informasi, mendatangi lokasi kejadian, mengidentifikasi saksi, serta menelusuri keberadaan pihak- pihak yang berkaitan dengan peristiwa.
Kejadian tersebut diketahui berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB di Jembatan Ciherang, Kampung Cimaung RT 017/RW 004, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, kejadian bermula dari insiden di ruas Jalan Sadang Subang yang kemudian berkembang menjadi perselisihan antar pengendara. Dalam peristiwa tersebut, korban diduga mengalami kekerasan fisik dan pelaku diduga membawa senjata tajam jenis celurit.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa menindaklanjuti video yang beredar, petugas tidak hanya melihat dari informasi media sosial, tetapi melakukan verifikasi langsung di lapangan. Polisi mendatangi lokasi kejadian, mencari serta meminta keterangan saksi, menelusuri keberadaan korban, dan mengamankan video yang beredar sebagai salah satu bahan dalam proses pendalaman.
Baca Juga:Wakil Bupati Subang Hadiri Final Proton Super Cup 2026, Dorong Lahirnya Talenta Futsal Subang
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar di media sosial dapat dicocokkan dengan fakta di lapangan. Dengan demikian, proses penanganan perkara tidak hanya berdasarkan potongan video, tetapi melalui keterangan saksi, kondisi lokasi, serta bukti dan informasi lainnya.” ujarnya, Senin (28/9/2026)
Seorang pria berinisial S kemudian diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, penanganan perkara saat ini telah dilanjutkan oleh Sat Reskrim Polres Purwakarta untuk dilakukan pendalaman.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara, S.T.K., S.I.K., mengatakan video viral tersebut menjadi salah satu informasi awal yang kemudian ditindaklanjuti melalui langkah kepolisian.
“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami untuk melakukan pengecekan. Namun, setiap informasi tetap harus diverifikasi dengan fakta di lapangan. Karena itu, kami melakukan pengecekan lokasi, mencari saksi, memeriksa pihak terkait, dan mengumpulkan bukti yang diperlukan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, termasuk mendalami dugaan penggunaan senjata tajam.

