Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Nurul Awalin : Tahun 2026 Merupakan APBD Paling Berat yang Pernah Dihadapi Kota Tasikmalaya

Pewarta:H Amir.

Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Paripurna ke-5 dengan agenda persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, diadakan di ruang Rapat Paripurna pada Selasa malam, (29/09/2026).

Dalam rapat paripurna tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tasikmalaya menyampaikan laporan akhir terkait postur perubahan anggaran yang mengalami penyesuaian cukup signifikan akibat tekanan fiskal daerah.

Banggar mencatat, pendapatan daerah semula diproyeksikan sebesar Rp1,8 triliun mengalami penurunan sekitar Rp3 miliar menjadi Rp1 triliun 4 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula ditargetkan Rp 463.236.380.000 berkurang Rp4,32 miliar menjadi sekitar Rp449 miliar.

Sementara itu, dana transfer dari pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1,19 triliun dengan kenaikan sekitar Rp449 juta. Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp1,555 triliun menjadi Rp1,514 triliun, atau turun sekitar Rp31 miliar.

Baca Juga:Bantuan Revitalisasi SDN Sukabahagia Sukaresmi Cianjur Bantu Perekonomian Masyarakat Sekitar

Banggar menegaskan, perubahan APBD ini tidak hanya sekadar sebagai penyeimbang fiskal, tetapi harus menjadi instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Adapun sejumlah rekomendasi penting yang disampaikan Banggar dalam paripurna tersebut, di antaranya penguatan ekonomi kreatif berbasis kewilayahan, dukungan penuh terhadap pelaku UMKM, pengembangan destinasi wisata lokal guna menarik kunjungan wisatawan, serta penekanan efisiensi belanja daerah.

Setelah pembahasan, seluruh fraksi di DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya menyetujui Raperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tasikmalaya, H. Nurul Awalin, menilai APBD 2026 merupakan APBD paling berat yang pernah dihadapi Kota Tasikmalaya. Namun ia mengapresiasi kedewasaan seluruh anggota DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyikapi kondisi tersebut dengan kepala dingin.

Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota yang aktif melobi pemerintah pusat, termasuk saat kedatangan Wakil Menteri Kesehatan dan Kemendagri ke Tasikmalaya. Ia berharap revitalisasi Rumah Sakit dapat dibiayai oleh pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *