Dalam penjelasannya, Prima menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan penyisiran permukaan pada radius tertentu dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position). “Tim SAR Gabungan sedang memetakan pola arus untuk memprediksi arah pergerakan korban. Kekuatan personel dan armada dari berbagai instansi telah disinergikan agar pencarian lebih efektif,” tambahnya.
Kondisi cuaca di perairan Bengkalis dan Meranti saat ini dilaporkan cukup fluktuatif, yang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Meski demikian, Prima Harrie menekankan bahwa operasi akan tetap dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan penyelamatan selama tujuh hari ke depan jika korban belum ditemukan.
“Kami sangat berharap faktor cuaca mendukung proses evakuasi dan pencarian ini. Doa kami bersama keluarga korban agar pencarian dapat berjalan maksimal dan Rapat segera ditemukan dalam kondisi apapun,” harap Prima menutup keterangannya.
Hingga Senin sore, keberadaan Rapat masih belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan saat ini masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian dan terus berkomunikasi dengan kapal-kapal nelayan yang melintas untuk memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban di laut.(Sumber Mediacenter Riau).

