Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak, Carnaval Milangkala Pangandaran Tuai Kritik

Pewarta:Iyut K.

Pangandaran,Hallo Berita Online.Com-Rencana Carnaval Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran menuai sorotan di tengah krisis air bersih yang melanda sembilan kecamatan. Sebanyak 27.000 jiwa dilaporkan telah mendapat suplai air bersih dari BPBD Kabupaten Pangandaran.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pemerintah daerah di tengah musim kemarau panjang. Apakah kemeriahan perayaan hari jadi perlu didahulukan ketika sebagian masyarakat masih kesulitan mendapatkan air bersih?

Tokoh Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, turut mempertanyakan urgensi penyelenggaraan Carnaval, terlebih ketika pemerintah daerah dan desa disebut sedang menghadapi keterbatasan anggaran.

Terkait membuat pesta Carnaval uang dari mana? Dinas-dinas katanya efisiensi anggaran, terus desa-desa juga uang dari mana? Kalaupun ada uang, mendingan buat menanggulangi kepentingan rakyat yang terkena dampak kekeringan,” ujar Jeje saat dimintai tanggapan media, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga:Tiang Internet Semrawut, Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Dorong Sistem Satu Tiang Untuk Bersama

Jeje juga mengaku belum mendengar adanya rapat koordinasi khusus penanganan kekeringan. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi perhatian utama, terlebih jika musim kemarau berlanjut hingga November atau Desember.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyampaikan bahwa distribusi air bersih telah dilakukan di sembilan kecamatan, yakni Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *