Bagi Coklat dan Al-Qur’an, Cara Polres Pangandaran Tertibkan Lalin Jelang Maghrib

Baca Juga:Bupati Pelalawan H. Zukri, Pimpin Rapat Pembahasan Penanganan Banjir Sungai Kampar

“Kami mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif. Pengendara yang lengkap kami beri apresiasi. Yang belum lengkap kami tegur secara humanis dan kami ingatkan agar segera melengkapi perlengkapan keselamatan,” kata AKP Yudi Risnandar.

Ia menyebut, waktu ngabuburit menjadi salah satu jam rawan pelanggaran, terutama bagi pengendara muda yang kerap memacu kendaraan dengan tergesa-gesa menjelang berbuka.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru. Jangan karena mengejar waktu berbuka lalu mengabaikan keselamatan. Helm, spion, surat-surat kendaraan, itu hal dasar yang wajib dipenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, pembagian Al-Qur’an juga menjadi simbol bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, termasuk dalam hal disiplin berlalu lintas.

Baca Juga:Safari Ramadhan Perdana 1447 H di Kecamatan Sukasari, Bupati Subang Kang Rey: Targetkan RSUD Pantura Selesai 2028

“Kami ingin pesan moralnya sampai. Tertib di jalan adalah bagian dari ibadah juga, karena kita menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,”ungkapnya.

Salah seorang pengendara, Resta (22), mengaku terkejut saat diberhentikan polisi. Namun rasa cemasnya berubah menjadi senyum saat menerima coklat karena dinilai lengkap.

“Biasanya kalau diberhentikan deg-degan. Ini malah dikasih coklat. Jadi makin semangat buat tetap tertib,”katanya.

Menjelang adzan Maghrib berkumandang, arus lalu lintas di Bundaran Marlin tetap terkendali. Warga melanjutkan perjalanan dengan wajah lega. Ngabuburit kali ini bukan hanya soal menunggu bedug berbunyi, tetapi juga tentang pesan keselamatan yang dibagikan dengan cara berbeda, manis, sejuk, dan penuh makna Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *