Bakesbangpol Jabar Gelar Sosialisasi Pemberantasan Radikalisme di Tasikmalaya, Diikuti Ratusan Elemen Masyarakat 

– Sebagai Fasilitator

Menyediakan wadah dialog antar-elemen pemuda.

– Sebagai Edukator

Sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara.

– Monitor

Deteksi dini potensi konflik dan penyebaran paham radikal.

– Kolaborator

Menggandeng FKUB, FPK, dan FKDM untuk menjaga stabilitas daerah.

Baca Juga:Bupati dan Wakil Bupati Subang, Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Dalam Rangka Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang

Program Kerja Unggulan (Aksi Nyata) ;

1. Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan

Program edukasi formal dan informal bagi pelajar.

2. Dialog Lintas Agama dan Budaya

Masifnya penetrasi ideologi transnasional melalui media sosial.

3.Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan

Upaya sistematis pelemahan nilai kebangsaan yang menyasar psikologis pemuda.

4. Duta Damai/ Duta Kebangsaan

Melibatkan pemuda sebagai influencer konten positif di media sosial..

Kesbangpol berperan penting dalam menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) dan imunitas anti-radikalisasi pada generasi muda dengan dengan strategi :

1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya NKRI

Melalui program edukasi dan sosialisasi, Kesbangpol dapat memperkuat pemahaman generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan dan pentingnya persatuan.

2. Membangun Komunitas Yang Inklusif

Kesbangpol dapat memfasilitasi kegiatan yang mendorong interaksi positif antar generasi muda dari berbagai latar belakang, sehingga meningkatkan rasa memiliki dan toleransi.

Baca Juga:Realisasi PBB-P2 Pangandaran 2026 Tumbuh Pesat, Capai Rp2,2 Miliar di Awal April

3. Pemberdayaan Generasi Muda

Melalui program-program seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengembangan diri, Kesbangpol dapat membantu generasi muda merasa lebih berdaya dan memiliki tujuan yang positif.

4. Kolaborasi Dengan Berbagai Pihak

Kesbangpol dapat bekerja sama dengan sekolah, universitas, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan pesan anti-radikalisasi dan meningkatkan ketahanan komunitas.

5. Memanfaatkan Media Sosial

Kesbangpol dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pesan positif tentang kebangsaan dan anti-radikalisasi, serta meningkatkan kesadaran generasi muda tentang isu-isu yang relevan.

“Stabilitas daerah tergantung pada kemampuan masyarakat dalam memfilter ideologi ekstrem. Untuk itu, edukasi langsung ke masyarakat dinilai efektif untuk memutus rantai penyebaran paham radikal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *