Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan juga diisi dengan tausyiah oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, Jamjam Erawan, M.A.P. Dalam tausyiahnya ia mengingatkan pentingnya memuliakan kaum dhuafa serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sesama. Kepedulian terhadap kaum dhuafa, termasuk para pekerja sektor informal, merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para peserta penerima manfaat. Salah satu pengemudi ojek online yang hadir, Galih Pratama, menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami merasa sangat diperhatikan. Selain mendapatkan santunan, ada juga layanan ganti oli gratis dan pemeriksaan kesehatan. Program seperti ini sangat membantu kami yang setiap hari bekerja di jalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Surya Zaenudin, pengemudi ojek pangkalan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman kebersamaan yang jarang dirasakan oleh para pekerja sektor informal.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat. Di bulan Ramadhan ini kami bisa merasakan kebersamaan, mendapatkan bantuan, dan berbuka puasa bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” katanya.
BAZNAS Jawa Barat berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan program-program kemaslahatan bagi masyarakat. Melalui gerakan berbagi di bulan suci Ramadhan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dikelola secara optimal untuk membantu kesejahteraan umat.

