“Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang.” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih tinggi seiring fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada bulan Juli mendatang. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat peduli api, kepala desa, dan camat.
“Kita juga akan melibatkan perusahaan untuk mendukung upaya preventif jangka panjang, termasuk pembangunan kanal-kanal dan penyediaan alat berat agar daerah rawan, khususnya lahan gambut, dapat terhindar dari kebakaran.” tegasnya.
Bupati Zukri mengungkapkan bahwa total luas lahan terdampak Karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini mencapai sekitar 600 hektare. Namun, seluruhnya telah berhasil dikendalikan dan kini hanya tersisa titik api di lokasi peninjauan yang tengah dalam proses pendinginan.(Sumber Media Center Pelalawan).

