“ASN yang menunjukkan kinerja baik harus terus ditingkatkan. Sementara yang masih kurang, perlu pembinaan dan perbaikan,”ungkap Cecep.
Ia memastikan seluruh proses mutasi telah melalui verifikasi teknis dan administrasi, termasuk penilaian rekam jejak serta integritas para pejabat yang dilantik.
Lebih lanjut, Cecep menekankan, bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Salah satu contohnya melalui program pembiasaan menanam bagi anak-anak, seperti gerakan satu anak satu polibag dan satu anak satu pohon, yang dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait waktu pengisian jabatan definitif Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas PUPR. Padahal, kedua dinas tersebut memegang peran vital dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026.
Rotasi dan mutasi ASN ini diharapkan dapat memperkuat kinerja birokrasi. Meski begitu, tanpa kepemimpinan definitif pada dua dinas prioritas, publik menilai masih terdapat pekerjaan rumah besar yang perlu segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.(**)

