Ragam  

Cecep Nurul Yakin Nostalgia atau Simbol Ceck Out!!

Baca Juga:Respon Cepat Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Asrama Ponpes Baitul Qur’an Cirata, Tidak Ada Korban Jiwa

Ketika saya baca artikelnya muncul pertanyaan, Pak Bupati Cecep nostalgia sama Bus Budiman-nya? Atau Ceck out dari Primajasa atau Mayasari Bakti Group pendukung utamanya saat Pilkada Tasikmalaya kemarin. Jika nostalgia sama jalur trayeknya rasanya gak mungkin naik PO Budiman.

Namun setelah dibaca mendalam ternyata beliau sedang nostalgia dengan bus Budiman karena bupati Cecep kuliah di Bandung bukan di Depok. Sebagai proletar sejati jika mengalami kondisi seperti yang dialami bupati Cecep, maka saya akan memesan gojek menuju UKI-Cawang, karena di sana tersedia banyak Bus khususnya Primajasa menuju arah Bandung dan Priangan Timur.

Dalam berita juga disebutkan bahwa setelah turun dari whoosh Bupati naik Taksi ke Depok, wah itu lumayan bisa habis lebih dari 200 ribu. Biar lebih proletar harusnya Bupati naik LRT ke cawang, kemudian alih moda dengan KRL koridor Bogor-Kota. Di stasiun Depok naik gojek menuju tempat pertemuan dengan pak Gubernur, ini lebih efisien, perkiraan habis uang sekitar 15rb plus gojek 20rb, tapi pasti lebih cepat.

Baca Juga:Tunjukan Kepeduliannya di Bulan Ramadan 1447 H, Pokja PWI Bandung Bagikan Paket Takjil Gratis yang Bertajuk ‘PWI BERBAGI’

Jika pak Bupati berangkat dari Tasik jam 14.00 maka sampai stasiun Tegaluar sekitar jam 16.30 kecuali dikawal sama patwal bisa tiba di tegaluar jam 16.00. Jika 16.30 berangkat ke stasiun Halim, maka tiba 17.15-17.30. Jam 16.00-21.00 adalah jam-jam macet padat ke arah Depok, kecuali masuk Tol lintas Margonda yang tarifnya mahal itu.

Namun untuk masuk Tol harus berputar dulu masuk Jagorawi, kemudian Tol JORR, baru masuk tol Antasari Depok. Tadinya saya tidak akan menanggapi berita tersebut, namun karena penjelasannya agak “aneh” maka saya sebagai pengguna transportasi Publik perlu menjelaskan. Tidak disebutkan Pak Bupati kehabisan tiket Whoosh jam berapa, namun saya seringkali pulang dari Jakarta dini hari naik bus Ekonomi AC tujuan Priangan Timur, turun di pintu Padalarang atau Cileunyi, dan di Cawang UKI hampir selalu dipastikan yang tersedia adalah Primajasa. Rasanya Pak Bupati memang ingin nostalgia dengan Bus PO Budiman atau mau Ceck out dari Mayasari Bhakti Group!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *