Dalam Rangka Peringatan HSN 2026, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Membuka Kegiatan Musabaqah Hari Santri

Pewarta:H Amir.

KOTA TASIK,HALLO BERITA ONLINE.COM-Musabaqah Hari Santri (MUHASAN) ini memiliki keistimewaan tersendiri. Ada musabaqah Qira’atil Kutub atau lomba membaca dan memahami kitab kuning, ada Mahallul Qiyam, dan ada pula musikalisasi Alfiyah. Masing-masing menguji kemampuan yang berbeda, mulai dari kedalaman ilmu, ketelitian, hingga kreativitas.

Tetapi bagi saya, yang paling penting dari kegiatan ini, kita sedang memberikan ruang bagi anak-anak santri untuk menunjukkan kemampuan, melatih keberanian, dan mengembangkan potensi yang selama ini mereka pelajari di pondok pesantren.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, H.Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan Musabaqah Hari Santri yang laksanakan di Gedung Creative Center Dadaha, Selasa (20/10/26).

Baca Juga:Sukseskan Program Presiden Prabowo Subianto, Stafsus Tiar Karbala Dorong Kolaborasi Cek Kesehatan Gratis dan Ekonomi Kreatif

Karena belajar di pesantren ada proses membangun kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, dan terutama akhlak. Anak-anak santri dibiasakan menghormati guru,menghargai sesama,dan bersungguh- sungguh dalam menuntut ilmu.

Tahun ini, Hari Santri Nasional mengusung tema “Santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas”. Tema ini mengingatkan kita bahwa santri memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Kalau dahulu para ulama dan santri ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini bentuk perjuangannya berbeda. Perjuangan generasi santri sekarang adalah belajar sungguh-sungguh, menguasai ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, dan menghasilkan karya yang perjuangannya berbeda. Perjuangan generasi santri sekarang adalah belajar sungguh-sungguh, menguasai ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:Perumda Air Minum Tirta Sukapura Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Santri harus mampu menjaga tradisi pesantren sekaligus berani menghadapi perkembangan zaman. Artinya, anak-anak santri tidak perlu membatasi cita-citanya. Santri bisa menjadi ulama, pendidik, ilmuwan, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. Yang terpenting, di mana pun kelak kalian berkiprah, ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh dari pesantren tetap menjadi pegangan.

Kita ingin melihat generasi santri yang kuat ilmu agamanya, santun perilakunya, tetapi juga cakap dalam teknologi, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Ada hal lain yang membuat momentum Hari Santri tahun ini terasa istimewa bagi kita. Beberapa hari yang lalu, tepatnya 17 Oktober 2026, Kota Tasikmalaya baru saja memperingati hari jadinya yang ke-25, dengan tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh”.

Baca Juga:Wawalkota Tasik Diky Chandra Bersama PASKI Hibur Tamu Undangan di Acara Penutupan Bamboo Festival

Saya melihat ada semangat yang sangat dekat antara tema hari jadi Kota Tasikmalaya dan tema Hari Santri. Kita ingin membangun kota yang masyarakatnya tetap menjunjung kesantunan, nilai agama dan budaya, tetapi juga memiliki jiwa tangguh dalam menghadapi tantangan.

Dan kalau berbicara tentang kesantunan serta ketangguhan, sesungguhnya dua nilai ini sudah sangat dekat dengan Jwa Tangguh”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *