“Kalau dikelola dengan baik, sampah organik bisa jadi pakan ternak dan maggot, yang anorganik bisa dijual kembali. Semua ada manfaatnya,” ujarnya.
Bupati pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya memilah sampah sebagai gerakan bersama yang berdampak pada lingkungan sekaligus ekonomi warga.
Selain isu lingkungan, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, mengingat masih adanya kasus kekerasan terhadap anak di Ciamis. Ia menegaskan perlunya peran seluruh elemen masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.
Baca Juga:Kabupaten Sumedang Didorong Jadi Kabupaten Pertama di Jawa Barat untuk Kesiapan Lahan KDKMP
Tak lupa, Bupati mengimbau masyarakat agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.
Selanjutnya seperti tarling di Eks-Kewadanaan Banjarsari, Bupati Herdiat juga menyerahkan sejumlah insentif sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para tokoh dan elemen masyarakat.
Insentif diberikan kepada guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru TPA, imam masjid desa, imam masjid kecamatan, serta insentif bagi para Ketua RT dan RW.
Pada kesempatan tersebut juga, turut diserahkan bantuan Al-Qur’an kepada masjid dan sarana keagamaan di wilayah Eks Kewadanan Rancah sebagai bagian dari hibah yang diterima Pemkab Ciamis dari Yayasan Bakri Amanah.(**)

