Ragam  

Dialog Publik Membuka Kotak Pandora Untuk Merangkai, Subang Yang Terkoyak

Pewarta:Yandi.

Subang,Hallo Berita Online.Com- Subang sedang berada di persimpangan sejarah, ditengah gelombang isu gratifikasi yang mengguncang fondasi moral pemerintah daerah,kami menolak diam. Kami menolak tenggelam dalam lumpur kepentingan dan kemunafikan, Kami memilih berlayar menjemput kebenaran. Sabtu (15/11/2025 ).

Kapal besar siap berlayar, merangkai subang yang terkoyak, membuka kotak pandora dan mengupas sandiwara gratifikasi, kaukus subang memanggil Nurani seratus tokoh lintas bidang dan ulama hingga akademisi, dari pemuda hingga tokoh adat untuk duduk Bersama dalam satu perahu ”perahu kejujuran dan keberanian.”

Ini adalah Gerakan moral. Sebuah upaya membuka tabir gelap yang selama ini disembunyikan dibalik meja kekuasaan. Mereka tidak datang membawa dendam, tetapi membawa keberanian untuk bertanya “masih adakah ruang bersih dijantung pemerintahan kita??”.

Baca Juga:Ketua Projo Subang Ema Ratnasari: Tegaskan Tidak Akan Ada Paksaan Bagi Anggota Atau Simpatisan, Ikuti Pilihan Politik Budi Arie

Kami dengan tegas menolak Neo Orde baru tumbuh subur di kabupaten subang, karena sejatinya kepala daerah dipilih oleh rakyat dan semestinya taat dan tunduk pada kepentingan rakyat, bukan pada seorang.

Kehadiran dr, Maxi, mantan kepala dinas kesehatan kabupaten Subang, menjadi simbol betapa rumit dan getirnya pusaran grafikasi di daerah ini. Ia hadir bukan hanya sebagai saksi, tetapi juga sebagai cermin bahwa sistem yang sakit bisa menelan siapa saja, bahkan mereka yang berusaha berbuat benar.

Dari Forum Dialog Publik ini lahir semangat baru untuk mendorong transfaransi, Penegakkan hukum, dan mengembalikan kepercayaan Rakyat terhadap pemerintahnya sendiri. Kajian Hukum yang disusun oleh para spraktisi hukum akan menjadi peluru moral untuk di tembakkan kearah lembaga penegak hukum dan KPK. Agar tidak lagi menutup mata terhadap luka Subang.

Baca Juga:Bukti Komitmen Investasi Hijau dan Berkelanjutan, Pemda Purwakarta Raih Penghargaan WJIS 2025 “Sawala Juragan”

“Ini bukan sekedar dialog, ini panggilan Nurani. Ini bukan sekedar pertemuan, ini gelombang kesadaran”.

“Subang tidak boleh terkoyak oleh permainan gratifikasi dan sandiwara kekuasaan. Kini saatnya kapal besar itu benar-benar berlayar. Berlayar menuju Subang yang Jujur, transparan, dan bermartabat. Berlayar dengan layar kebenaran kemudi keberanian”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *