Sementara itu, ditempat terpisah Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah, Asel Sampul Alam,mengatakan, Universitas Riyadkul Ulum ini awalnya itu ada yang namanya STIABI (Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam),dengan prodi ketika itu yaitu Prodi Bahasa Arab dan Prodi Sejarah Peradaban Islam itu ke Kemenag jadi Kopertis, SK nya tahun 2019.
Lalu kita pun membuat lagi satu Sekolah Institut, tapi ini bukan ke Kemenag tapi ke Dikti. Lalu tahun 2021 berdirilah Institut Teknologi dan Bisnis Riyadkul Ulum dengan 3 Prodi yaitu Kewirausahaan, Sarana Informatika dan Agro Pertanian.
“Akhirnya pada tanggal 23 Oktober, dirubah dari Institut Teknologi dan Bisnis Riyadkul Ulum menjadi Uniru (Universitas Riyadkul Ulum. Nanti juga akan berintegrasi dengan STIABI, STIABI akan berubah lagi namanya menjadi STAIRU, karena nambah Prodi satu lagi yaitu Prodi PAI,”ujar Asel Sampul Alam.
Dijelaskannya,mahasiswanya dari berbagai daerah, termasuk paling jauh dari Nusa Tenggara Timur, ada 10 orang. Silahkan saja, bagi yang berminat untuk kuliah disini. Karena, banyak program beasiswa dari lembaga kami.
“Hadirnya UNIRU itu merupakan cita- cita pimpinan pondok pesantren generasi keenam. Supaya, jangan hanya SMA saja di pesantrennya. Namun, harus berdiri sebuah Universitas.Tentunya, sekarang bisa direalisasikan keinginan dari KH Makmun tersebut,”imbuhnya.
Ia menambahkan,kampus ini luasnya ada 7 hektar dan UNIRU adalah kampus berbasis pesantren. Jadi, ada mata kuliah pesantren seperti kitab kuning. Sehingga, semua mahasiswanya itu wajib mondok disini. Kami, sudah sediakan asrama putera dan puteri.
Saat ini, tenaga dosennya baru ada 3 orang yang bergelar Doktor. Namun, tahun depan akan panen dosen bergelar S3 tersebut. Karena, sekarang ini ada sejumlah dosen yang sedang studi menyelesaikan pendidikan S3 itu.
Baca Juga:Buka Sosialisasi Anti Korupsi, Ega Anjani Reynaldy: Subang Bebas Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga
“UNIRU, kampusnya itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti ruang kuliah representatif, laboratorium terpadu, asrama mahasiswa. Serta, pusat riset keislaman yang siap mendukung proses pembelajaran yang holistik,” kata Asel Sampul Alam Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah.

