Pewarta:Dede.
Riau,Hallo Berita Online.Com-Pemerintah Provinsi Riau bersama DPRD Provinsi Riau terus memperkuat sinergi untuk menggenjot pendapatan daerah guna memperkuat kemandirian fiskal. Melalui pembahasan lintas sektor yang intensif, kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan demi keberlanjutan pembangunan di Bumi Lancang Kuning pada tahun anggaran mendatang.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Riau, Abdullah, menekankan perlunya langkah kolaboratif yang terukur untuk menggali potensi pendapatan. Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau pada Senin (29/12/2025), Abdullah memetakan enam sektor utama yang wajib menjadi prioritas bersama antara legislatif dan eksekutif agar target pendapatan daerah dapat tercapai secara realistis dan berkelanjutan.
Sektor pertama yang menjadi fokus utama adalah peningkatan pajak daerah melalui penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Abdullah menilai transparansi dan kemudahan akses bagi wajib pajak sangat krusial. “Kita perlu perkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum yang terkait, agar masyarakat mudah membayar pajak,” ujar Abdullah di sela-sela rapat tersebut.
Baca Juga:Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra Pimpin Sertijab Pergantian Kabag SDM, Berlangsung Khidmat
Sektor kedua yang disoroti secara tajam adalah retribusi daerah yang dinilai masih sangat minim. Berdasarkan data yang dipaparkan, target retribusi daerah untuk tahun 2026 hanya dipatok sebesar Rp14 miliar. Angka ini dianggap terlalu kecil dibandingkan potensi yang ada, sehingga Abdullah mendesak tim Pemprov Riau untuk melakukan kajian mendalam guna mendongkrak nilai tersebut.

