Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara,menyampaikan,kehadiran dirinya dalam acara ini bertujuan untuk mendukung kegiatan literasi dan pengembangan budaya baca.
Baca Juga:Asiknya Nikmati Sensasi Petik Buah Semangka Langsung dari Kebun di Jembar Farm Ciamis
Dua buku yang di launching ini yaitu Buku Tasik Pedia ini adalah tentang seluk beluk Tasikmalaya, jadi diharapkan orang Tasik “ya harus tau tentang Tasikmalaya, oleh karenanya harus baca buku Tasik Pedia ini.
“Karena dua buku ini begitu luar biasa, berisi tentang sejarah Tasikmalaya yang harus dibaca dan diketahui terutama oleh generasi muda,”terangnya.
Menurutnya,selama ini masih banyak masyarakat terutama anak-anak muda yang masih belum mengetahui sejarah tanah kelahirannya sendiri.
“Semoga dengan diterbitkannya buku ini, selain untuk meningkatkan literasi masyarakat, juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sejarah dan potensi-potensi yang ada di kota Tasikmalaya” jelasnya.
Sementara, Kepala Bidang Budaya Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, menjelaskan, tujuan utama penyusunan buku Toponimi dan Tasik Pedia ini adalah untuk melestarikan warisan budaya,sejarah,dan identitas daerah.
Jumlah buku Tasik Pedia yang dicetak sebanyak 750 eksemplar,dan buku Kota Tasik Bertutur sebayak 700 eksamplar.
Baca Juga:Kapolres Subang Tinjau Lokasi Bencana Alam di Desa Mayang Cisalak
“Kedua buku tersebut akan di distribusikan ke sekolah SD,SMP, yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya dan akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan,dengan diluncurkannya buku Tasik Pedia dan Tasikmalaya Bertutur, Toponimi Kota Tasikmalaya ini.
“Masyarakat akan lebih mengenal sejarah kota Tasikmalaya, dan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kota Tasikmalaya,”kata Agus Fauzi.

