Selain konsolidasi kelembagaan, IPJI Ciamis juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi anggota melalui forum diskusi, edukasi, serta penguatan wawasan kebangsaan dan etika profesi.
Kang Rifa’i menambahkan, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca Juga:Jaga Kesehatan dan Kebersamaan, Kajati Jabar Resmikan Gedung IAD dan Lapangan Tenis Kejari Cianjur
“Jurnalis tidak boleh hanya cepat, tetapi harus tepat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme adalah kunci menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, IPJI Ciamis turut menggandeng Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Baznas untuk menyalurkan santunan kepada 40 anak yatim piatu dan kaum jompo. Santunan tersebut juga diperkuat oleh kontribusi internal anggota sesuai kemampuan masing-masing sebagai wujud solidaritas organisasi.
Melalui kegiatan ini, IPJI Ciamis berharap penguatan kelembagaan dan SDM tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun organisasi pers yang sehat, profesional, dan bermartabat.
Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Bersama Baznas Percepat Rehab Sebelas RTLH, Salah Satunya di Kecamatan Surian
Dengan organisasi yang kuat, jurnalis yang kompeten, serta komitmen pada etika, IPJI Ciamis optimistis dapat terus berkontribusi positif dalam membangun ruang informasi publik yang kondusif dan terpercaya.
Diketahui dalam kegiatan tersebut IPJI Ciamis melibatkan 5 pemateri dari unsur pentahelik, yaitu unsur pemerintah, anggota DPRD, akademisi, pemerhati pers dan tokoh agama.
Selama kegiatan berlangsung, berjalan dengan tertib, lancar dan kondusif.(**)

