“Bagaimana orang per orang, siapa kelak yang akan menjadi Ketua DKKT periode 2025-2030,”ujarnya.
Bode mengakui bahwa hingga kini arah dukungan internal masih belum jelas. Ini sensitif. Ada empat kandidat dari internal dan empat dari eksternal, semuanya memiliki hak yang sama.
Baca Juga:PWI Kabupaten Bogor Gelar KLB, Hasilkan Keputusan Mufakat Tetapkan M Nurofik Secara Aklamasi
“Bahkan kepada para pengurus, saya tegaskan pilihlah sesuai hati nurani, jangan sekadar melihat apakah kandidat itu bagian dari pengurus lama atau bukan,” imbuhnya.
Panitia telah menjaring delapan putra daerah yang dianggap memiliki kepedulian kuat terhadap kemajuan seni dan budaya Kota Tasikmalaya. Menurut Bode, keragaman gagasan para kandidat justru menjadi modal penting bagi DKKT ke depan.
Delapan kandidat ini membawa ide-ide berbeda. Jika kelak bisa dipadukan, saya yakin DKKT akan jauh lebih maju.
Baca Juga:Wabup Sumedang Wanti-Wanti Anak Muda: Hati-Hati, Tunggakan E-Commerce Bisa Hambat Dapat Kerja
Ia juga mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas, salah satunya pemanfaatan fasilitas di area belakang Gedung Kesenian. Pada 2023 telah disusun Detail Engineering Design (DED), dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
“Mendapatkan DED itu bukan proses mudah. Alhamdulillah pengurus sebelumnya dapat mengusahakannya. Lahan yang awalnya merupakan Ruang Terbuka Hijau kini dikonsep menjadi arena pertunjukan ruang terbuka. Selanjutnya, anggaran pembangunan harus diusulkan ke pusat atau provinsi agar proyek ini dapat terealisasi,” pungkasnya.

