Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Drs Ade Hendar, MM mewakili Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ST.,MBA menghadiri kegiatan pelantikan pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di salah satu hotel di Jalan KHZ Mustopa, Sabtu (14/02/26).
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Drs Ade Hendar,MM membacakan secara utuh sambutan tertulis Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA.
Pada kesempatan ini, atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya mengucapkan selamat kepada kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya yang baru saja dilantik. Amanah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah “tanda start” untuk bekerja lebih terarah, lebih rapi, dan lebih berdampak. Kepada kepengurusan sebelumnya, saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Jejak kerja baik itu penting karena yang kita bangun bukan satu periode, tapi kesinambungan gerakan.
Baca Juga:Tidak Seperti Biasanya, Tiba-Tiba Wawalkot Tasikmalaya Diky Chandra Marah, Ada Apa Nih?
Kalau kita bicara Pemuda Muhammadiyah, yang terbayang bukan hanya organisasi kepemudaan. Yang saya lihat adalah ruang kaderisasi tempat anak muda belajar memimpin dirinya sendiri, belajar memimpin gerakan, dan pada akhirnya siap memimpin umat dan masyarakat. Dan di zaman seperti hari ini, ketika anak muda berhadapan dengan banjir informasi, tantangan ekonomi, serta perubahan sosial yang cepat, organisasi yang punya akar nilai dan tradisi keilmuan seperti Muhammadiyah menjadi sangat relevan. Anak muda tidak cukup hanya “punya semangat”; harus punya kompas moral, kemampuan membaca zaman, dan keberanian untuk turun tangan.
Tasikmalaya juga punya arah besar yang sedang kita ikhtiarkan bersama: menjadi kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan. Visi ini tidak akan hidup kalau pemudanya pasif. Visi ini butuh pemuda yang aktif, yang mau belajar, yang mau bekerja, dan yang mau merawat harmoni sosial. Karena itu, saya berharap Pemuda Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya hadir sebagai penguat kualitas sumber daya manusia membumikan nilai religius yang menyejukkan, sekaligus menumbuhkan daya saing yang nyata.
Selaras dengan Tema Kegiatan kita hari ini “Pemuda Mandiri Era Baru Tasik Maju”. Kalimat “Pemuda Mandiri – Era Baru Tasik Maju” itu kuat karena tiga kata kuncinya saling mengunci: subjeknya Pemuda, momentumnya Era Baru, arahnya Tasik Maju.
Pemuda Mandiri berarti generasi muda yang punya daya hidup sendiri: berani ambil keputusan, punya keterampilan yang laku di dunia kerja/usaha, melek digital, dan tahan banting saat gagal. Mandiri di sini bukan “jalan sendiri”, tetapi punya pegangan: kompetensi, karakter, dan jejaring.

