“Kami pemerintah kota Tasikmalaya siap berkolaborasi dengan Dekranasda, HIMKI, komunitas kreatif,kampus,dan perbankan, untuk menjadikan PPIK lebih hidup dan berdampak,”ungkapnya.
Dijelaskannya,dunia kreatif hari ini merupakan ruang masa depan yang sangat menjanjikan dan mempunyai pasar nasional bahkan internasional.
“Mari kita jadikan festival ini sebagai panggung untuk menunjukan bahwa Tasikmalaya siap untuk menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Priangan Timur” katanya
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Noneng Kamaranengsih,menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Tasikmalaya yang telah menggelar kegiatan ini dan berharap menjadi inspirasi bagi Dekranasda di wilayah lainnya.
Ia menyebut, bahwa angka kemiskinan dn pengangguran di Jawa Barat masih cukup tinggi, untuk itu ia berharap dengan meningkatkan para pengrajin, dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Priangan Timur.
Bambu memiliki nilai filosopi sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Barat yang sederhana namun berdaya, kuat berkarakter, dan tumbuh dimana-mana.
“Hal itulah yang menjadi sumber kekuatan kita, karena selain mudah diperoleh bambu juga banyak manfaatnya” ucap Noneng.

