Festival ini lanjut Bupati, juga telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai agenda pariwisata nasional.
Bupati menegaskan bahwa Festival Perang Air ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat, memelihara, dan melestarikan tradisi masyarakat agar dikenal lebih luas.
“Kami berharap festival ini menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat lintas suku dan agama, terutama karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung,” ujar Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati memberikan kehormatan kepada Kapolda Riau untuk melepas rombongan peserta Festival Perang Air.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan, terutama karena wilayah pesisir Meranti dikelilingi ekosistem mangrove yang menjadi benteng alami kawasan pantai.
Dalam kesempatan tersebut, Herry, juga menyampaikan program Green Policing sebagai komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi ekosistem. Ia mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal serta menjaga kelestarian alam.
“Festival Cian Cui mencerminkan kekuatan tradisi dalam menyatukan masyarakat melalui harmoni kehidupan yang selaras dengan alam dan semangat gotong royong,” ujar Kapolda.( Sumber Media Center Riau).

