Ia menjelaskan, salah satu langkah yang diinisiasi adalah menghadirkan program Maghrib Mengaji, yang diharapkan dapat kembali menghidupkan tradisi mengaji bagi anak-anak dan generasi muda setelah waktu salat Maghrib.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya melibatkan tokoh agama dan MUI setempat, tetapi juga akan ditindaklanjuti melalui konsolidasi dengan pihak sekolah di wilayah Desa Pangandaran.
“Insya Allah ke depan akan dilakukan konsolidasi lanjutan dengan para kepala sekolah SD dan para guru di wilayah Desa Pangandaran, agar program Maghrib Mengaji ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” katanya.
Asep berharap melalui sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, program tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun karakter religius masyarakat di kawasan wisata Pangandaran.
Harapannya program ini bisa menjadi langkah bersama untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter generasi muda di Desa Pangandaran,” pungkasnya.

