“Prinsip saya sederhana, memberi makan anak-anak itu seperti memberi makan anak kita sendiri. Layak atau tidaknya harus benar-benar diperhatikan.Ia memilih Sambongjaya sebagai lokasi dapur SPPG karena berada di lingkungan tempat tinggalnya sendiri,”tuturnya.
Baca Juga:Asiknya Nikmati Sensasi Petik Buah Semangka Langsung dari Kebun di Jembar Farm Ciamis
Yusmara berharap keberadaan dapur tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka lapangan pekerjaan.
Dijelaskannya,dalam tahap awal, dapur SPPG Cinta Abadi melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut direncanakan bertahap meningkat hingga 1.500, bahkan ditargetkan mencapai 2.000 penerima manfaat, menyesuaikan dengan petunjuk teknis terbaru dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.
“Saya ingin jumlah penerima terus bertambah. Kasihan kalau sudah direkrut tapi tidak terlayani,” ucapnya.
Dari sisi tenaga kerja, Yusmara menyebutkan bahwa sekitar 95 persen pekerja berasal dari warga Kelurahan Sambongjaya. Dari total 35 pekerja, hanya dua orang yang berasal dari luar wilayah tersebut.
“Saat ini, dapur SPPG Cinta Abadi masih melayani kategori B3 dengan kapasitas sekitar 1.300 porsi. Ke depan, peningkatan kategori dan kapasitas akan dilakukan secara bertahap sesuai arahan koordinator kecamatan, ” ungkapnya.
Terkait kendala, Yusmara mengaku sejauh ini belum menemui hambatan berarti. Meski demikian, ia mengakui persoalan bahan baku tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama ketersediaan susu yang terkadang sulit diperoleh.
Baca Juga:Satu Lagi, Kepala Desa di Kabupaten Cianjur Terjerat Hukum, Ditahan Polres Cianjur Kasus Penipuan
“Secara fasilitas, dapur SPPG Cinta Abadi dinilai telah melampaui standar minimal. Jika ketentuan luas dapur minimal 250 meter persegi, dapur ini memiliki luas bangunan hampir 985 meter persegi di lantai dasar, belum termasuk pengembangan bangunan ke lantai atas,”pungkasnya.

