“Membentengi dengan visi misi, seni Islam tradisional yang kini memasuki usia 56 tahun”jelasnya.
Oleh karena itu, Drs. H. Sukim Nur’alif, M.Ag meyakini bahwa seni yang bernuansa Islam akan menjadi garda terdepan dalam merawat moral bangsa
Wakil Bupati Subang, Kang Akur, mengungkapkan bahwa posisi LASQI menjadi bagian penting untuk “bergerak bersama, ‘ngabret’ untuk mengejawantahkan program visi dan misi Kabupaten Subang.”
Kang Akur menegaskan LASQI mampu mendorong masyarakat lebih produktif, religius terutama generasi muda yang mencinta seni Islam sebagai sarana dakwah.
Baca Juga:Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Pangandaran 2026 Teguhkan Komitmen Peningkatan Mutu Guru
“Bagaimana bisa mengajak gernerasi muda untuk aktif di wilayah seni”jelasnya.
Kang akur berharap dengan hadirnya LASQI bisa berkolaborasi dengan semua unsur termasuk pemerintah daerah dalam mewujudkan subang yang lebih baik lagi ditengah pesatnya digitalisasi.
“Untuk mewujudkan subang yang relegius, dalam seni dan qosidah” pungkasnya.
Turut hadir dalam agenda tersebut, unsur Forkopimda Subang, Perwakilan Kemenag Subang, Perwakilan Pimpinan BUMD Subang, Sekjen DPP LASQI Subang, Ketua DPW LASQI Jabar.

