Menurutnya, di kegiatan ini juga kan terlihat ada sinergitas antara pecinta alam senior yang mempunyai pengalaman yang sudah malang melintang memberikan ilmu dan pengalamannya kepada para junior yang baru-baru dan belum memiliki pengalaman yang mumpuni.
“Dalam rangka bagaimana menjadi seorang pecinta alam yang bisa menaklukkan, bagaimana bahaya alam, bahaya teknis dan bahaya dari individu manusia itu sendiri, itu yang paling utama,”tegasnya.
Sementara itu, Jajang Kartiwa selaku Ketua PPGR HIRA Ke-8,menjelaskan, acara lokakarya yang diadakan pada hari ini, merupakan rangkaian kegiatan Milangkala PPGR HIRA Ke-30.Peserta yang mengikutinya dari kalangan SMA, Universitas dan juga dari kalangan umum yang hobi cinta alam.
“Syukur Alhamdulillah untuk peserta yang ikut di kegiatan ini melampaui target yang kita rencanakan. Awalnya kita mentargetkan hanya 120 peserta, tetapi yang mendaftarkan sudah ada sekitar 150 peserta.Lokakarya ini diisi dengan tema Risk Management, keselamatan di alam bebas,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Jajang menyampaikan, karena ada para pendaki gunung yang lupa akan keselamatan, oleh karenanya kita mengadakan kegiatan ini dengan maksud untuk meminimalisir para pendaki pemula.Karena pendaki sekarang itu harus dengan ilmunya. Bukan hanya mendaki saja. Kita mendaki gunung bukan hanya untuk ke puncak tetapi juga turun gunung dengan selamat.
“Yang paling penting untuk para pendaki, kita mendaki bukan hanya mengambil foto, mengambil moment tetapi mengambil ilmu dan memberi ilmu.Karena setiap pendakian bukan hanya untuk naik ke gunung tetapi kita turun gunung juga harus selamat,”imbuhnya.
Ia menambahkan,masih dalam rangkaian Milangkala, kita juga sudah mengadakan ekspedisi ke gunung Galunggung, karena belum ada yang mengeksplor gunung Galunggung.
“Alhamdulillah kami dari PPGR HIRA sudah melaksanakan ekspedisi 30 puncakandi Galunggung,” pungkasnya.

