Ia menegaskan bahwa arah gerak tahun ketiga tidak boleh lagi bersifat reaktif dan administratif, tetapi harus tampil sebagai gerakan ideologis yang memimpin perubahan, baik dalam dakwah, sosial, ekonomi, maupun advokasi kebijakan.
Selain penguatan arah gerak, Andri Nurkamal juga mengumumkan bahwa Agenda Prioritas Tahun Ketiga akan ditandai dengan pelaksanaan Jambore Daerah Barisan Muda Persis 2026, sebagai ikhtiar konsolidasi kaderisasi, militansi dakwah, dan penguatan basis gerakan pemuda secara massif.
MUSKEDRA III ini juga dirangkaikan dengan Launching Buku “Sustainable Development: Sebuah Tinjauan atas Konsep Pembangunan Berkelanjutan Konvensional”, yang menjadi simbol orientasi intelektual Pemuda PERSIS dalam merespons isu-isu global. Peluncuran buku ini menegaskan posisi Pemuda PERSIS sebagai gerakan yang tidak hanya berdakwah secara normatif, tetapi juga aktif dalam wacana pembangunan, keberlanjutan, dan etika peradaban.
Secara konseptual, arah gerak tahun ketiga PD Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya dibangun di atas tiga fondasi besar: Elegansi Ideologis (Ortodoksi Dinamis) melalui penguatan ijtihad dan tajdid, Elegansi Manajerial (Akuntabilitas Struktur) melalui tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, serta Elegansi Dampak (Pengukuran Universal) dengan orientasi hasil yang terukur dalam kontribusi sosial, ekonomi, dan peradaban.
Melalui konsep Innovative Sustainability, Pemuda PERSIS Tasikmalaya menegaskan diri sebagai gerakan yang berani melakukan terobosan (innovative) tanpa meninggalkan kemurnian ideologi, serta memastikan setiap program memiliki daya tahan jangka panjang (sustainability).
Baca Juga:Bupati Subang Kang Rey Lantik Delapan Pejabat Tinggi Pratama
Dengan demikian, MUSKEDRA III bukan sekadar forum evaluasi tahunan, melainkan menjadi titik tolak strategis bagi Pemuda PERSIS Kabupaten Tasikmalaya untuk melompat dari sekadar organisasi kepemudaan menjadi poros gerakan dakwah peradaban yang berpengaruh, berkelas, dan berdaya.(**).

