Pembebasan Tanah Negara di Kecamatan Agrabinta Cianjur, Diduga Banyak Oknum Kades Menjadi Mafia Tanah

diduga istri kedua dari PJS kepala desa Mulyasari,(mengupload) ke media sosial Medsos)foto foto tumpukan uang miliaran rupiah yang di duga hasil dari manipulasi data tanah seorang PJS kepala desa dari over garapan tanah negara di wilayahnya,”ujar sumber masyarakat desa Mulyasari.

“Selain memanipulasi data penggarap,oknum para Kades,melakukan memotong uang over garapan, dari PT ke masyarakat,tidak sebatas itu sajah oknum kepala desa pun memanipulasi luas lahan garapan masyarakat,yang di ajukan ke pihak PT,”papar sumber.

Baca Juga:Bantu Stabilkan Harga Pangan, Polres Pangandaran Gelar Gerakan Pangan Murah Ke Dua Kalinya Menjelang Idul Fitri 1447 H

Seperti yang terjadi di desa Sukamanah kecamatan Agrabinta,dimana luas tanah yang di ganti rugi jumlah tidak sebanding dengan luas tanah yang rael, sehingga oknum kepala desa yang diduga bermain dengan manta sekertaris desa,setatus pensiunan PSN sekdes di kecamatan Agrabinta Binta.

“Dimana kepala desa Sukamanah dan mantan sekdes gerah dengan perivikasi lahan yang dilakukan PT Intan selaku penerima over garap dari masyarakat.Berdasarkan hasil perivikasi lahan yang akan di ganti rugi luasnya tidak sebanding dengan pembayaran,ada kekurangan puluhan hektar,yang diduga hasil permainan kedua oknum tersebut,”jelas sumber tersebut

Ketika hal tersebut akan di konfirmasikan semua pihak sumber berita di kantornya masing-masing pada Jumat (6/3/2026). menurut para stap desa yang piket bahwa kepala desa sedang tidak ada dikantor, begitupun dengan PJS kepala desa Mulyasari,jawaban yang sama yang di terima pewarta.

Sampai berita ini terpublikasi para kades dan pihak lain tidak dapat di mintai tanggapanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *