“Pakaian-pakaian itu kami pajang dengan rapi, membiarkan jemari masyarakat memilih sendiri helai demi helai kain sesuai selera dan hajat mereka,” tutur Sri Sadono dengan nada haru, Kamis (15/1/2026).
Kepulan asap dapur masyarakat pun kembali terjaga berkat penyerahan 26 unit kompor gas lengkap dengan tabungnya sebagai pelita harapan di tengah keterbatasan. Deru kerja keras tim Satpol PP Riau ini memantik kekaguman mendalam, salah satunya dari Ayjumiarta, Sang Nakhoda di SMAN 2 Percontohan Karang Baru, yang menyaksikan ketulusan para petugas bekerja tanpa mengenal lelah.
“Saya menyaksikan mereka berpeluh dari fajar hingga pekat malam menyapa, sebuah pekerjaan yang semula saya kira akan memakan waktu dua purnama, secara ajaib tuntas hanya dalam empat hari di tangan mereka,” ungkap Ayjumiarta penuh ketakjuban.
Ucapan terima kasih pun mengalir deras kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah mengulurkan tangan di saat paling kritis. Rasa syukur senada juga terucap dari bibir Mita, seorang warga yang merasa bebannya terangkat setelah hadirnya bazar pakaian gratis tersebut.
Baginya, kehadiran “Abang-abang Satpol PP Riau” dan perhatian dari Plt Gubernur Riau adalah oase di tengah gurun kesulitan, memberikan kebahagiaan sederhana namun sangat bermakna bagi warga Aceh Tamiang.
Sebagai pelengkap pengabdian, Satpol PP Riau pun melakukan trauma healing demi membasuh luka batin anak-anak yang sempat dirundung ketakutan akan derasnya air bah. Melalui sentuhan lembut ini, diharapkan rona keceriaan kembali merekah di wajah mereka, membiarkan masa kecil tumbuh tanpa bayang-bayang kelam peristiwa traumatis yang telah berlalu. (Sumber Media Center Riau).

