Pemprov Riau Laksanakan Program Swasembada Pangan Nasional Sejak 2025, Libatkan 1.665 Petani Milenial

“Alhamdulillah, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Luas tanam meningkat, indeks pertanaman meningkat, luas panen dan produksi juga meningkat. Yang lebih penting, penghasilan petani turut mengalami peningkatan, dan lahan sawah kembali produktif sehingga dapat mencegah alih fungsi lahan,” katanya.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Tasik Temui Peserta Aksi Demo Ribuan Guru Madrasah, yang Kecewa Dengan Kebijakan Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK

Disebutkan Syahrial, pada 2025, produksi padi di Provinsi Riau meningkat sebesar 4,51 persen. Dalam kurun dua tahun terakhir, yakni dari tahun 2023 hingga 2025, produksi padi tumbuh sebesar 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.

“Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Riau tahun 2025 mencapai 133,19 ribu ton, juga tumbuh 4,51 persen. Kondisi ini semakin memperkuat ketahanan pangan daerah serta mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain,” katanya.

Namun, dikatakannya Provinsi Riau baru mampu mencukupi sekitar 27 persen dari total kebutuhan konsumsi beras masyarakat Riau. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Provinsi Riau diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun.

“Sehingga, hingga saat ini pemenuhan kebutuhan pangan masih memerlukan pasokan dari luar daerah,” katanya.

Baca Juga:Sat Reskrim Polres Subang Berhasil Amankan Pelaku Penipuan dan Penggelapan, Modus Mengaku Sebagai Staf Khusus Gubernur Jabar

Syahrial menyebutkan pihaknya sangat mengharapkan dukungan Kementerian Pertanian, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian, agar proses peningkatan produksi pangan lokal di Provinsi Riau dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Atas dukungan, arahan, dan perhatian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.(Sumber Media Center Riau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *