Pelatih Persib, Bojan Hodak (Kroasia), mengaku puas dengan hasil ini meski sempat kesulitan menghadapi tekanan agresif dari tuan rumah. “Meski menang 3-0, kami kesulitan taklukkan Persik karena agresivitas mereka. Thom Haye dan Andrew Jung tampil impresif, tapi kita harus lebih hati-hati di depan gawang lawan,” ujar Hodak dalam konferensi pers pasca-laga. la juga memuji dukungan rekan-rekan Jung serta optimisme tim untuk menjaga tren positif di musim kompetitif.
Di sisi lain, Marcos Reina Torres (Spanyol) sebagai pelatih Persik mengakui kekalahan sebagai cerminan kegagalan kontrol bola di area kritis. “Kami gagal mengontrol bola di area kritis, termasuk pelanggaran yang berujung penalti. Lini serang kami punya potensi, tapi pertahanan runtuh total. Kekalahan 3-0 ini bikin kami sadar betapa kompetitif Liga Super League,” katanya. Reina juga menyentil penggunaan VAR yang memperburuk situasi, namun ia tegaskan tim siap bangkit di laga tandang berikutnya dengan perbaikan transisi cepat.
Konferensi pers berlangsung singkat selama 20-30 menit, tanpa insiden tegang, dengan fokus pada lineup, cedera, dan ambisi juara. Kedua pelatih sepakat bahwa pertandingan ini menegaskan level tinggi kompetisi Liga 1 Indonesia.

