Baginya, peran wartawan itu tidak hanya dari kegiatan sosial kali ini saja, tapi sejak jaman perjuangan kemerdekaan dulu.
Letkol Robil mengajak para hadirin untuk merenungkan kontribusi nyata para jurnalis dan dokumentator sejarah. Ia menyoroti peran penting Frans Mendur dan rekan-rekannya di Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) yang telah mengabadikan momen-momen krusial perjuangan.
“Bukan hal yang baru, justru salah satu yang ikut mengisi dan mendukung atau memperjuangkan kemerdekaan adalah rekan-rekan jurnalis atau wartawan. Sebagai pengingat, jika dulu tidak ada Mendur Bersaudara, mungkin kita saat ini tidak bisa melihat foto-foto perjuangan zaman dulu,” ujar Letkol Robil.
Baca Juga:Wakil Bupati Subang Ajak Generasi Muda Berani Tentukan Arah Hidup di Pesantren Ramadhan 2026
Ia menegaskan bahwa karya jurnalistik merupakan salah satu bentuk perjuangan yang memungkinkan generasi sekarang untuk mengabadikan dan mempelajari sejarah. Lebih jauh, ia juga menyebutkan wartawan turut serta membantu perjuangan Indonesia, menunjukkan bahwa profesi wartawan memiliki peran yang sangat strategis.
“Sehingga profesi wartawan ini menurut saya sangat penting. Demikian pula kami di bidang keamanan, baik itu TNI maupun Polri, tanpa bantuan rekan-rekan media, kami tidak bisa mencapai hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Dandim berharap sinergi antara TNI dan insan media dapat terus terjalin. Dengan dukungan pemberitaan yang baik, berbagai tugas kewilayahan yang dilaksanakan oleh aparat keamanan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Baca Juga:Polsek Plered Hadiri Peresmian Jabatan Garuda, Wujud Sinergitas TNI-Polri Di Purwakarta
“Dengan bantuan rekan-rekan media, kami berharap tugas yang kami laksanakan dapat tercapai dan didukung dengan baik, sehingga itu dapat bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas undangan berbuka puasa bersama dan kegiatan berbagi takjil. Ia menganggap kehadirannya dalam acara itu sebagai suatu kebanggaan. Suasana hangat tercipta saat ia melontarkan candaan ringan mengenai rencana pertemuan selanjutnya.
“Ke depan kita bisa saling berbincang, saling bertukar pikiran. Ngopi-ngopi, duduk santai, kalau sudah tidak puasa lagi. Kalau sekarang mah enggak boleh, takut batal,” kelakar Letkol Robil yang disambut tawa para tamu undangan.
Acara berbagi takjil dan silaturahmi ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antara TNI dan insan pers di Kota Bandung, terutama di bulan suci Ramadan.

