Beberapa kegiatan yang diadakan antara lain, Seminar Gastronomi Sunda oleh Dr. Riadi Darwis, Workshop Merangkai Bunga, Workshop Minuman Fermentasi, Workshop Eco Print, Workshop Dances of Universal Peace, Workshop Extended Vocal Activation, dan Workshop Fun Game for Learning. Seluruh kegiatan berlangsung di area Galeri Mandalakarsa, Mandalawangi Hall, Area Rumput dan Area Terracotta.
Baca Juga:Berantas Kejahatan Transnasional, Polri Tangkap dan Serahkan 14 Buron Interpol Red Notice
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kurasi dan penilaian stan kecamatan oleh Tim TdBA. Produk yang dikurasi meliputi kategori makanan sehat, minuman fermentasi, serta produk ramah lingkungan.
Bupati Purwakarta, yang diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Adminitrasi Umum, Mochammad Arif Budiman, beserta Kepala OPD, Camat dan jajaran tamu VVIP lainnya turut hadir meninjau pameran sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan sejumlah landasan regulasi, antara lain Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 103 Tabun 2021 tentang Tatanen di Bale Atikan dan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 49 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal TdBA. Regulasi tersebut memastikan, Festival Gandrung Mulasara berjalan secara akuntabel, terukur, dan sesuai sasaran.
Menurut Kang Dede, melaluI festival ini, Pemkab Purwakarta berharap dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi satuan pendidikan, memperkuat budaya hidup sehat dan ramah lingkungan, menghasilkan standar praktik baik yang dapat direplikasi di seluruh sekolah, serta mendukung ketahanan pangan sekolah berbasis sumber daya lokal.
“Festival Gandrung Mulasara 2025, ditutup dengan pengumuman pemenang lomba tingkat kecamatan diikuti prosesi foto bersama seluruh panitia, peserta dan jajaran Dinas Pendidikan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini, “pungkas Dr. Dede Supendi.

