Baca Juga:Hadiri Pembinaan dan Evaluasi Monitoring Forkofimda, Wabup Sumedang: Ciptakan Kenyamanan, Keamanan Masyarakat
ㅤ
“Wartawan dikenal dari tulisannya. Membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan, keduanya harus terus dilatih,” ujarnya.
ㅤ
Ia juga mengingatkan pentingnya etika dan penampilan saat berhadapan dengan narasumber agar stigma lama wartawan berpenampilan lusuh dapat ditinggalkan.
ㅤ
Apa Kata Peserta
ㅤ
Firman Perkasa Yudha, peserta tingkat muda, mengaku sempat diliputi rasa khawatir saat menghadapi penguji sebelum akhirnya dinyatakan kompeten.
ㅤ
“Awalnya was-was dan penuh tekanan saat menghadapi penguji, tapi setelah lulus rasanya plong,” katanya.
Baca Juga:Jaga Kesehatan dan Kebersamaan, Kajati Jabar Resmikan Gedung IAD dan Lapangan Tenis Kejari Cianjur
ㅤ
Peserta lainnya, Sopandi, mengaku pengalaman UKW membuatnya menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari dalam dunia jurnalistik.
ㅤ
“Awalnya saya yakin dengan kemampuan sendiri, ternyata masih banyak yang harus dipelajari. Dari UKW ini saya mendapat banyak ilmu baru,” ujarnya.
ㅤ
Sementara peserta tingkat utama Iyan Irwandi menyebut keberhasilannya tidak lepas dari bimbingan penguji dan penyelenggara.
Baca Juga:Perkuat Sinergi dan Kepedulian, Polres Subang Ikuti “Ngariung Bareng Kapolda Jabar Bersama Ojol Kamtibmas
ㅤ
“Terima kasih kepada para penguji dan panitia. UKW ini membantu kami mengukur kemampuan sebagai wartawan,” katanya.
ㅤ
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, UKW angkatan ke-72 dan ke-73 PWI Pokja Kota Bandung resmi ditutup.
Kegiatan ini sukses terselenggara berkat dukungan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan Diskominfo Kota Bandung. Selain itu disupport juga oleh bank bjb, BAZNAS Jabar, Pos Indonesia, dan bjb Syariah.(**)

