Retret APDESI Purwakarta: Bela Negara Dimulai Dari Wanayasa Mengakar Kuat di Desa

Dalam kesempatan tersebut, Om Zein juga mengimbau para kepala desa untuk menghentikan alih fungsi lahan. Tata ruang wilayah telah diatur sedemikian rupa untuk mengakomodasi berbagai kepentingan mulai dari investasi hingga pertanian. “Kita telah kehilangan banyak lahan sawah dalam beberapa tahun terakhir. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal beras tanpa mengetahui bagaimana padi ditanam, “pesannya.

Bupati juga menyampaikan harapan agar program retret dan peningkatan karakter bela negara dapat diperluas, melibatkan tidak hanya kepala desa, tetapi istri-istri mereka . Dengan pemahaman yang sama, diharapkan seluruh elemen pemerintahan desa dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan daerah

Acara pembukaan ini diakhiri dengan semangat baru untuk mempererat silaturrahmi, membentuk karakter yang kuat, dan meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan kepala desa se-Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:Kapolres Purwakarta Dampingi Kapolda Jabar Survei Jalur Dalam Rangka Persiapan Operasi Lilin Lodaya 2025 dan Operasi Nataru 2026

Sementara, di tengah berlangsungnya Retret APDESI, Ketua DPC APDESI Kabupaten Purwakarta, Denden Pranayuda mengatakan, sebagai sorang kepala desa dari Desa Sindangpanon memandang retret ini sebagai momentum penting untuk merefleksikan makna bela negara. “Sebagai Kades Sindangpanon yang tergabung di APDESI, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah pengingat tentang pentingnya bela negara, “ujar Denden.

Lebih lanjut, Denden menekankan bahwa kepala desa memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam di wilayah masing-masing. Retret ini menjadi wadah untuk mengingatkan para kepala desa akan tanggung jawab tersebut. “Di sini juga diingatkan bahwa Kades adalah garda terdepan untuk menjaga alam di desa masing-masing,”tambahnya.

Selain itu, Denden Pranayuda menyoroti pentingnya pelatihan kedisiplinan dan kesigapan yang diberikan selama retret. Menurutnya, kedua aspek ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di sini kita juga dilatih tentang kedisiplinan dan kesigapan. Itu menjadi cerminan bahwa dalam melayani masyarakat, kita harus sigap dan cepat tanggap,”pungkasnya.

Baca Juga:PKBM Jaya Giri Kecamatan Cigudeg Bogor, Solusi bagi Masyarakat yang Putus Sekolah Formal

Dengan demikian, Retret APDESI ini tidak hanya menjadi ajang silaturrahmi, tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen kepala desa dalam bela negara serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *