“Tentunya gema takbir ini yang paling penting adalah silaturahim, ikhlas kita, dan kebersamaan kita membangun Kota Pekanbaru yang merupakan etalase bagi Provinsi Riau,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menuturkan bahwa malam takbiran merupakan momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan merasakan keberkahan Ramadan tahun ini.
“Malam takbiran ini adalah malam yang penuh kebahagiaan dan juga penuh rasa syukur kita. Setelah satu bulan kita menjalankan puasa di bulan yang penuh berkah pada Ramadan. Alhamdulillah tahun ini kita dapat masih merasakan keberkahan bulan Ramadan. Hari ini adalah puncaknya kemenangan bagi umat Islam,” tuturnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wako Agung Nugroho, menekankan bahwa makna Idul fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah dan memperbaiki diri.
“Insya Allah dengan kita selama bulan suci Ramadan banyak belajar sabar, ikhlas dan juga banyak menahan diri semoga pahala kita diterima oleh Allah SWT. Sehingga, masyarakat Pekanbaru semakin sejahtera dan semakin maju. Tentu makna dari Idul fitri adalah kembali kepada yang fitri, hati yang sangat bersih,” ungkapnya.
Baca Juga:Wakil Wali Kota Tasik, Diky Chandra Sambut Positif Kegiatan Rameukeun di Leuwidahu RW 03
Wako Agung menerangkan pawai takbir ini diikuti oleh seluruh perwakilan kecamatan serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Lebih lanjut, ia menambahkan pelaksanaan gema takbir ini merupakan simbol persatuan masyarakat.
“Ada puluhan mobil yang telah didekorasi menarik serta pawai api obor yang mengelilingi Masjid Raya Annur Provinsi Riau. Pawai takbir ini bukan hanya tentang suara, tapi juga simbol persatuan. Mari kita jaga kekompakan Kota Pekanbaru.” pungkasnya.(Sumber Media Center Riau).

