“Kabupaten Subang selama ini menjadi daerah dengan inflasi yang relatif terkendali di Jawa Barat. Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, para pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kang Asep Nuroni menegaskan bahwa pelaksanaan bazar Ramadan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui berbagai pendekatan.
Baca Juga:Gelar Gerakan Pangan Murah, Upaya Polres Purwakarta Stabilkan Harga Bahan Pokok
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi melalui strategi ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi yang efektif, sehingga stabilitas ekonomi di Kabupaten Subang tetap terjaga,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan. Dengan kerja sama yang baik, kita optimis dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang, perwakilan unsur Forkopimda Subang, Kepala Bagian Perekonomian Setda Subang, serta para tamu undangan lainnya.

