Pewarta:Anton.
Kab Tasik,Hallo Berita Online.Com-
Sekretaris BPD Kiarajangkung, Lili Hadiaman, S.Pd, memimpin musyawarah rehabilitasi Gedung Olahraga Desa Kiarajangkung, di ruang kelas SDN 1 Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jum,at (09/05/2025) siang.
Musyawarah rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR) yang digelar usai kegiatan penetapan Indeks Desa tesebut dihadiri oleh Kepala Desa Kiarajangkung Asep Wawan, S.Sos, Camat Sukahening Ucu Mulyana, S.IP, Sekmat Jajang Sukendar, S.H., M.H, Pendamping Desa Kecamatan Sukahening Atip Ruhiat, S.T, Kasubsektor Sukahening, Pendamping Lokal Desa, dan Perangkat Desa, serta diikuti para Kepala Wilayah, Ketua RW dan RT sewilayah Desa Kiarajangkung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Asep mengatakan, mungkin nanti akan ada perubahan anggaran dikarenakan kondisi GOR yang tadinya dianggarkan Rp. 153 juta ternyata setelah dibuka dinding tembok yang sebelah utara jadi terlihat gelembung keluar, kemungkinan sebentar lagi juga roboh.
“Nah kondisi ini sudah di sampaikan kepada pak Kawil (Kepala Wilayah), kepada Ketua BPD beserta anggota, dan menyampaikan kepada pak Camat, itu yang akan menjadi bahan diskusi buat kita semua,” ungkapnya.
Sekretaris BPD Kiarajangkung, Lili Hadiaman, S.Pd, menyampaikan sambutannya saat memimpin musyawarah rehabilitasi Gedung Olahraga Desa Kiarajangkung
Sementara itu, Sekretaris BPD menyampaikan, berkaitan dengan rehabilitasi GOR, ini ada kaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDES) tahun 2025 itu dan sebetulnya sudah disahkan.
“Mau bagaimana kalau keadaannya seperti begini di tengah-tengah perjalanan, sebetulnya belum tengah-tengah, ada hal yang perlu ditangani secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya,” ucap Lili Hadiaman.
Beberapa hari ke belakang, terang dia, saya telepon oleh Ketua BPD yang hari ini tidak bisa hadir karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, memerintahkan mewakilinya kepada saya.
Saya bersama pak Ketua BPD padasaat mulai pekerjaan mengupas plesteran dinding GOR menerima laporan dan kelihatan bahwa konstruksi itu pasangan batanya tidak lurus, tidak tegak, menggelembung sekitar 25 Cm, bergelembung ke sebelah utara.
“Kalau hanya sekedar dikupas kemudian diperbaiki lagi ditakutkan roboh ke sebelah utara menimpa rumah warga, akan menambah beban kepada Pemerintahan Desa harus memperbaiki rumah,” paparnya.

