Tasik,Hallo Berita Online.Com-Berawal dari seringnya menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kampung Tabrik Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kab. Tasikmalaya yang dimotori oleh Yayasan Amal Ikhlas Mandiri.
Kebetulan posisi Aba Azri sebagai wakil ketua yayasan/pelaksana harian yayasan sejak 2003. Kebetulan sesepuh / ketua yayasannya berdomisili Bandung dan ketua cabang jarang ada di tempat;karena sebagai pegawai perusahaan, jadi semua program yayasan di kendali Aba Azri.
Berbekal pengalaman di berbagai organisasi social kemasyarakatan. Pernah menjadi Kepala Diniyyah dan Guru Ngaji Anak-anak se-Kampung Tabrik, pengurus inti Karang Taruna Desa Puteran, Ketua BPD Desa Puteran, SEKUM KKDT/FKDT Kecamatan Pagerageung, SEKUM BKPRMI Kecamatan Pagerageung, Ketua GMPI Kecamatan Pagerageung, SEKUM PARTAI ISLAM 1999 1 periode KETIKA MASIH 3 PARTAI dll. Maka bekal di organisasi ini menjadikan pengalaman berharga dalam membangun pergerakan ini.
Program pembinaan Guru ini terinsfirasi oleh kegiatan Yayasan yang dimotori langsung oleh Dr Kadarsyah dan keluarga besar H. Mahmudin Kosasih, SH selaku pemilik Yayasan Amal Ikhlas Mandiri. Sejak 2003 kami sering menyelenggarakan event PENYULUHAN GURU dan ORTU terkait yayasan, dengan berbagai tema, terutama yang berkaitan dengan tema Kesehatan.
Baca Juga:Guna Menjaga Kelestarian Alam, Wakil Wali Kota Tasik Diky Chandra Laksanakan Penanaman Pohon
Lebih melejit lagi ketika Aba Azri mendirikan SEKOLAH RA AL-IKHLAS tahun 2003, lalu di percaya sebagai Kepala PAUD Al-Ikhlas 2006, dan di percaya pula menjadi KETUA HIMPAUDI Kecamatan Pagerageung 2007.
Sejak tahun 2007 sangat sering menyelenggarakan event-event Seminar bersama almarhum Ketua HIMPAUDI Kabupaten Tasikmalaya, Yth. Bapak Ust. Iman Nurdin, S.Ag., dengan Bunda Depon Nurul Aida, S.Ag selaku Ketua IGRA Kecamatan Pagerageung, Bunda Ida Ratnaningsih, S.Pd.I selaku Ketua IGRA Kecamatan Sukaresik, dan sering juga kerjasama dengan para aktifis pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan se-Tasik Utara. Maka lahirlah program Pembinaan 100 Guru ini pada tahun 2009.
Program ini berdiri sendiri, sangat independent, tidak berkiblat ke organisasi ikatan guru manapun, atau LSM manapun. Karena kami berpandangan bahwa, berdasarkan pengalaman pahit dan manisnya berorganisasi, ternyata lebih enak menyelenggarakan program sendiri, mandiri dan berekspresi MERDEKA BELAJAR, berkreasi, berinovasi dan sangat bebas membuat uji coba metode pergerakan dan pembelajaran sesuai kebutuhan zaman dan sangat cepat menangkap peluang serta kebijakan pendidikan secara global.
Program ini di apresiasi oleh para guru PAUD formal, non formal dan informal khususnya dari guru yang ada dalam wilayah Kecamatan Pagerageung. Ternyata, respon program ini pun mendapat apresiasi dan dukungan dari para aktifis yang ada di Tasikmalaya Utara dan bahkan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.
Seiring waktu, sejak tahun 2010, yang mengikuti program ini bertambah banyak. Sekitar 120 orang yang berasal dari Kecamatan Kadipaten, Ciawi, Jamanis, Rajapolah dan bahkan dari Cisayong dll.
Baca Juga:Bupati Subang Kang Rey Lantik Delapan Pejabat Tinggi Pratama
Tahun 2010 mulailah program ini di tata sedemikian rupa, berjalan lancar dan barokah sampai tahun 2013, dan pada tahun 2014 s.d. 2015, mulai transisi karena perbedaan pemahaman dengan beberapa aktifis Kabupaten, hal ini wajar dan justru semakin mendewasakan mindset Aba azri, semakin terlatih untuk membuat solusi cerdas dan bijak, akhirnya program ini tidak berpusat full di Yayasan Amal Ikhlas Mandiri, tetapi muter di 3 yayasan, yakni di Yayasan Al-Muawanah Bunda Depon Desa Cipacing Kecamatan Pagerageung dan Yayasan As-Shohihiyyah Desa Banjarsari Kecamatan Sukaresik, bahkan sesekali di Wahana Edukasi Sukahaji Waterboom. Hal ini dilakukan demi memperkuat jaringan yang telah di bangun dan mempermudah layanan kepada guru-guru yang membutuhkan ilmu kepaudan, karena lokasi YAIM dipandang terlalu jauh, posisinya cukup jolok.
Tahun 2016, program Pembinaan Guru ini di pindahkan secara total ke Wahana Edukasi Sukahaji Waterboom, seiring antusias warga masyarakat Priangan Timur dalam merespon program ini. Karena sejak tahun 2012, anggota 100 guru ini ada yang berasal dari Ciamis, Kota Tasik dan Tasikmalaya Barat seperti dari Padakembang dan Sukarame dll. Kalau dipaksakan di YAIM, pasti sangat memberatkan biaya bagi semua pihak.
Asumsi lain paling mendasar atas pindahnya program ini ke Wahana Edukasi Sukahaji Waterboom, disamping semakin buanyaknya yang tertarik dari wilayah Kota banjar, Garut, bahkan Pangandaran dll. , karena program ini sumber dananya secara umum dari pribadi Aba Azri dan hasil usaha kerjasama dengan perusahaan Majalah Fajar, Pelangi, Mentari dan Cahaya CV Ardiansyah Bekasi.
Hasilnya Cuma sedikit dan tak mampu memenuhi kebutuhan seharusnya, maka dibangunlah kerjasama antara pribadi Aba Azri dengan pihak waterboom, pihak waterboom meminta agar payung hukum pergerakan ini dengan Yayasan pribadi penggerak program ini, maka atas dasar musyawarah keluarga Aba Azri dan pihak YAIM, dengan meminta ijin kepada pengurus YAIM, maka Aba Azri mendirikan YAYASAN RUMAH SAMPAH INDONESIA, dengan Ketua Aba Azri dan pengurus lainnya dari keluarga Aba Azri full, pada tahun 2016 berdirilah YARSI.
Baca Juga:Wabup Ramzi Geys Thebe: Pemkab Cianjur Akan Hentikan Izin Alih Fungsi Lahan Sementara

