Gelombang solidaritas juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang turut memberikan dukungan. Tidak hanya warga Desa Kuala Patah Parang, masyarakat dari desa-desa sekitar di wilayah Kecamatan Sungai Batang juga ikut berdatangan untuk membantu proses pencarian. Doa-doa terus dipanjatkan agar korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Upaya pencarian berlangsung hingga larut malam. Warga bersama aparat desa tetap bertahan di lokasi dengan penuh harapan. Lampu perahu dan senter digunakan untuk menerangi area pencarian di tengah gelapnya malam.
Setelah berjam-jam pencarian dramatis, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Kamis (3/4/26) sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban langsung disambut suasana haru oleh keluarga dan warga yang sejak sore menunggu kabar tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga yang dihimpun, kondisi jasad korban masih dalam keadaan utuh, meskipun terdapat beberapa luka pada bagian paha, kaki, dan wajah yang diduga akibat serangan buaya. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Baca Juga:Tekankan Kolaborasi dan Peran Masyarakat, Bupati Ciamis Buka Musrenbang RKPD 2027
Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kasus serangan buaya di wilayah Sungai Hujan, Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir. Warga pun diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai yang dikenal memiliki risiko tinggi.
Masyarakat juga berharap pihak terkait segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa terulang. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar selalu waspada saat beraktivitas di kawasan sungai yang merupakan habitat alami satwa liar tersebut.(Sumber Media Center Riau).

