Menurutnya, kekeliruan komunikasi itu bukan sekadar persoalan teknis. Dampaknya, kata dia, merugikan nama baiknya sekaligus menimbulkan harapan yang tidak terpenuhi di tengah masyarakat.
“Saya juga minta kepada media bantu saya, saya juga kerja. Banyak acara juga, hari ini,” ujarnya.
Diky menegaskan persoalan ini akan ditindaklanjuti secara langsung di Balai Kota. Ia menyebut ada pola sistem komunikasi internal yang keliru dan perlu dibenahi.
“Jujur saya agak marah. Saya akan ke kantor, akan menindak pola sistem yang salah di internal yang merugikan nama baik saya dan yang lainnya,” ucapnya tegas.
Ia juga menyoroti dampak yang dirasakan masyarakat akibat miskomunikasi tersebut. Menurut Diky, warga tidak boleh diberi harapan tanpa kepastian kehadiran pejabat publik.
“Masyarakat tidak bisa di-PHP-kan seperti ini. Kemarin masyarakat ada yang berharap bapak wakil mau datang, sedangkan saya baru tahu tadi pagi. Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Hari ini saya mau jalan, saya harus tegor. Mau gimana, terserah,” pungkasnya.

