“Saat proses pengecekan di lapangan, tim mendengar suara auman HS di sekitar lokasi awal perjumpaan,” jelas Ujang.
Tim gabungan setelah itu langsung bergerak sejauh 500 meter dari sumber titik suara, sebagai upaya menghindar konflik dan demi keselamatan tim gabungan.
Selain itu, tim juga memasang kamera pemantau (camera trap) di titik strategis untuk memantau aktifitas dan memastikan keberadaan HS secara visual.
Dalam proses mitigasi ini tim juga telah melakukan pengambilan dokumentasi pemantauan udara menggunakan drone serta titik koordinat sebagai dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut
“Tim medis telah diturunkan sebagai langkah antisipasi emergency untuk standby bersama tim dilapangan dan akan terus berkoordinasi dengan PT PHR dan melakukan penilaian resiko konflik satwa liar sebagai upaya penetapan tindakan dan mitigasi lebih lanjut,” pungkas Ujang.(Sumber Media Center Riau).

