Di Kota Dumai, tepatnya di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, api dilaporkan masih belum padam. Pemadaman melibatkan gabungan personel dari beberapa daerah operasi (Daops) seperti Dumai, Pekanbaru, Siak, hingga Labuhan Batu Selatan, dengan dukungan alat berat.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Api belum berhasil dipadamkan akibat kendala angin kencang dan asap tebal.
Sementara itu, di Kabupaten Siak, tepatnya di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, kebakaran seluas sekitar 23 hektare sudah dalam kondisi terkendali dan memasuki tahap mopping up. Begitu pula di Desa Merempan Hilir, Kecamatan Mempura, yang juga telah terkendali.
Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran cukup luas terjadi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dengan estimasi mencapai 806 hektare. Hingga kini api masih belum padam, dengan kendala utama berupa keterbatasan sumber air, meski telah dibantu alat berat dari pihak koperasi.
Selain itu, beberapa titik lain seperti Desa Pulau Muda (20 hektare) telah memasuki tahap pendinginan, sementara di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran seluas 15 hektare masih belum padam.
Di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, api seluas 53,3 hektare dilaporkan telah terkendali dan tim akan bergeser ke lokasi lain. Sementara itu, kondisi di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, masih menunggu pembaruan laporan.
Manggala Agni terus mengerahkan personel dari berbagai daerah operasi untuk mempercepat pemadaman di titik-titik prioritas. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat guna memastikan penanganan karhutla berjalan optimal, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Dengan kondisi saat ini, validasi data luasan kebakaran untuk periode Maret masih menunggu hasil analisis citra satelit yang akan dirilis pada awal April mendatang,” tandasnya.(Sumber Media Center Riau)

