Itu yang namanya Mi’raj, pada satu titik kata Rasulullah SAW Mi’rajul Mukmin Ash-Sholah tidak ada lagi. Peningkatan itu atau konsistensi itu akan terjadi ketika Sholatnya benar.
Pemerintah apa pun itu atau siapa pun dia, kalau Sholatnya benar maka Pemerintahnya akan benar, dan kita juga sebagai manusia atau diri sendiri, bagaimana pun kita kalau Sholatnya benar maka diri kita juga akan benar.
Itu arti dari Mi’raj yang sesungguhnya untuk hari ini. Karena banyak yang mengartikan, Sidratul Muntaha saya artikan sat ceramah tadi adalah puncak kesadaran.
“Artinya adalah kita harus sadar bahwa diri kita itu di ciptakan oleh Alloh SWT dimana kita nantinya akan kembali ke Alloh SWT. Artinya puncak kesadaran itu harus sampai kesana, itu mungkin yang harus kita refleksi dari Isra Mi’raj seperti itu”,jelas Ustad Deni.

