Wadirum RSUD dr Soekardjo : Pembangunan Poli yang Sempat Mangkrak Akan di Lanjutkan Tahun 2026

“Usulan pun sudah diajukan ke Bappeda Kota juga Bappeda Provinsi,mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasikan,”ujar Budi.

Dijelaskannya,kalau dari perjalanan jumlah pasien di RSUD memang itu di bidang pelayanan, tetapi gambaran yang dapat ditanggap sama saya walaupun bukan di pelayanan bahwa jumlah pasien di RSUD dr Soekardjo mengalami penurunan, jadi jumlah bed pun berkurang.

Waktu dulu jumlah bed di RSUD dr Soekardjo itu ada 400 bed, itu kan di persiapkan, karena Rumah Sakit harus mempersiapkan dan melaporkan jumlah bed yang tersedia untuk melayani.

Baca Juga:Jitu Berkarya!! Majlis Sholawat Jimateng Urip Laksanakan Pembangunan Pendopo, untuk Kegiatan Sholawatan dan Lainnya

“Nah yang dulu dari 400 sekarang menjadi 300, dengan pengurangan jumlah bed berarti ada juga pengurangan jumlah kunjungan dan rawat inap,”ungkapnya.

Ia menambahkan,karena, sudah ke back up juga dengan adanya Rumah Sakit tipe C, terus ada yang BPJS ada rujukan berjenjang, jenis penyakitnya di tentukan, mana yang harus di Puskesmas.

“Kalau kesini langsung kecuali kedaruratan baru ke tipe B atau pasien dari rujukan. Karena, RSUD ini tipe B bisa menerima kedaruratan seperti laka lantas, yang lainnya itu berjenjang apakah bisa di tangani di Puskesmas d ih faskes pratama atau di tipe C kalau tidak bisa tertangani baru ke tipe B, RSUD dr Soekardjo,”paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *