“Sebagai program prioritas pemerintah, pelaksanaan revitalisasi tambak Pantura tentu perlu sinergi yang baik antara pusat dan daerah. Pada pertemuan tadi, kami membahas bagaimana program ini bisa dijalankan dengan baik, mengutamakan kepentingan masyarakat, mendukung penguatan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Menteri KKP berharap diskusi yang berlangsung dapat mempercepat realisasi program dan memastikan dampak positifnya dirasakan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik langkah percepatan revitalisasi tambak Pantura yang dinilai akan membawa dampak besar bagi wilayah pesisir utara Jawa Barat.
“Ini adalah hal yang menggembirakan bagi warga Pantura karena ke depan Kementerian Kelautan akan melakukan revitalisasi terhadap tambak-tambak terlantar yang selama ini justru menjadi daerah yang sering terkena abrasi,” ungkapnya.
Ia menyebutkan sejumlah manfaat strategis dari program tersebut, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produktivitas sektor perikanan.
“Akan ada ratusan ribu tenaga kerja yang terserap. Akan ada produktivitas perikanan yang tinggi. Ekonomi akan tumbuh. Dan Pemerintah Provinsi berkomitmen menunjang infrastrukturnya agar Pantura nanti istimewa,” tegasnya.
Baca Juga:Lantik Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang, Kang Rey Tekankan Peningkatan PAD
Bagi Kabupaten Subang, program ini menjadi peluang besar dalam mendorong pemanfaatan tambak secara produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis ekonomi biru. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di kawasan Pantura, diharapkan program revitalisasi tambak dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk di Kabupaten Subang.

