Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Hadiri Halal Bihalal PCNU Kabupaten Tasikmalaya

“Karena ternyata kami juga agak kaget anak yang putus sekolah dan tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi.Data terakhir mungkin perlu kita cermati lagi apakah betul 29.000 itu, tidak sekolah,” tambahnya

Pak kemenag,ucap Asep, mungkin ada salah satu nanti kita cek lagi ke lapangan bisa jadi sebagian kecil di pesantren itu, betul tidak pendidikan keluar. Padahal hari ini dengan kurikulum pondok pesantren juga sudah cukup menjadi pendidikan formal.

“Jadi anak anak santrinya tetap dianggap adalah anak didik kita,”jelasnya.

Baca Juga:Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, Berikan Piagam Penghargaan dari BGN Dapur Terbaik Karangresik 1 Jamanis

Ia menambahkan, sebetulnya sudah membuat satgas, satgas untuk menangani anak atau putus sekolah, nanti dikolaborasikan melalui pemerintah daerah bersama kemenag dengan forum pondok pesantren.Ia sangat berharap peran penting dan peran besar dari seluruh jajaran Nahdlatul ulama di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi PR besar selain tadi saya sampaikan, yang sedang kita bangun yang paling susah menurunkan angkanya itu, angka kemiskinan.

“Maka dua hal kita fokus setelah infrastruktur tadi tahun tahun ke depan satu kita menangani anak yang tidak sekolah,dan yang kedua menurunkan kemiskinan.Maka dengan semangat kebersamaan dan gotong royong insyaallah kita mampu mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang religius Islami, Maju, Adil dan Makmur,”tandas Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *