Sisi lainnya,jelas Diky, kita juga mencoba mensingkronisasikan beberapa program yang bisa untuk membantu program pengentasan kemiskinan yang lebih mengarah kepada menciptakan kemandirian di masyarakat.
Seperti pemberdayaan masyarakat menjadi bagian yang utama. Artinya kita tidak menolak bantuan pusat, seperti terkait BLT, Bantuan Pangan (Bapang) dan lainnya, namun kami lebih fokus kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pola-pola dan sistem yang disesuaikan dengan kultur dan sumber daya masyarakat.
“Masyarakat kita berikan program pemberdayaan seperti Kangkung dan Subsidi lele( Kang Sule), pembudidayaan ayam ras Tasik dan yang lainnya untuk perbaikan gizi termasuk untuk perbaikan ekonomi dengan cara dijual ke MBG dan yang lainnya,”terangnya.
Menurutnya,untuk wilayah yang masih sangat rentan tingginya angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya masih di tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Kawalu, Kecamatan Tamansari, dan Kecamatan Mangkubumi.
“Karena tiga wilayah kecamatan tersebut nuansanya masih seperti pedesaan,” jelasnya.
Baca Juga:Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Bandung Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
Disinggung Kota Tasikmalaya yang secara presentasi dianggap Kota kedua termiskin di Jawa Barat, Diky menyebutkan, memang jika melihat angka presentasi masih seperti itu.
“Akan tetapi kita jangan terjebak kepada angka, yang jelas kita harus terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Tasikmalaya dengan menciptakan peluang-peluang ekonomi untuk masyarakat,”tandasnya.

