4. Untuk Tasik Pelak, kita dorong ekonomi lokal kewilayahan: penataan Pasar Cikurubuk, pembentukan Koperasi Merah Putih di 69 kelurahan, pengawasan/penilaian koperasi 47 unit, diklat SDM koperasi 255 orang, pemberdayaan dan perlindungan koperasi 308 orang. Di bidang UMKM dan industri, kita lakukan pemberdayaan UMKM 455 orang, pembinaan/pengembangan pelaku industri 610 orang, serta dukungan tempat promosi usaha kecil 7 unit usaha. Penguatan sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pariwisata dan ekonomi kreatif juga terus kita jalankan melalui pelatihan, bantuan sarana, dan fasilitasi SDM ekonomi kreatif
5. Pada Tasik Melayani, kita perbaiki layanan publik agar makin cepat, mudah, dan akuntabel. Pemerintah Kota Tasikmalaya menerapkan manajemen talenta ASN, serta menghadirkan inovasi layanan seperti PASUTRI, PANDA BINANGKIT, isbat nikah terpadu, GECE 112, SP4N-LAPOR!, e-Puskesmas, dan PSC 119 SICETAR. Untuk dukungan layanan, kita bangun 2 kantor kelurahan, rehabilitasi 9 kantor kelurahan, digitalisasi pelayanan melalui 5 aplikasi layanan publik dan 1 aplikasi dukung optimalisasi PAD, serta penyediaan akses internet di 10 lokasi.
6. Untuk Tasik Nyaman, kita perkuat infrastruktur dasar: pemeliharaan jalan sepanjang 18,32 km, lanjutan pembangunan Jalan Lingkar Utara 143 meter, rehabilitasi ruas jalan di beberapa titik, pembangunan/rehabilitasi drainase jalan dan lingkungan, pembangunan sarana air bersih/air minum di 34 lokasi, sarana air limbah 28 unit, normalisasi/pemeliharaan irigasi di 24 lokasi, serta pemeliharaan sungai di 3 lokasi sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
7. Dan pada Tasik Resik, kita perkuat sistem persampahan dan lingkungan: pengadaan 3 dump truck, 1 truck arm roll, 30 container, 85 bin container, penanaman 2.777 bibit pohon, pembentukan/pembinaan 68 bank sampah, penguatan program Sedekah Sampah Gedong Resik, pelatihan eco enzyme, serta langkah-langkah menuju TPST dan pengembangan TPS3R. Untuk TPA Ciangir, kita lengkapi dokumen lingkungan, lakukan kajian IPAL bekerja sama dengan Universitas Siliwangi, dan melanjutkan pembangunan IPAL.
Di saat yang sama, kita juga harus jujur melihat tantangan yang perlu kita percepat bersama. Kemiskinan masih perlu kita turunkan secara konsisten. Kualitas SDM terus kita dorong terutama pada indeks pendidikan, dengan rata-rata lama sekolah 9,64 tahun. Di sektor kesehatan, stunting berdasarkan SSGI 2024 masih 19,6%, dan kita juga perlu perhatian serius pada penyakit menular seperti TBC paru, HIV, dan AIDS. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan 2024 5,22% melambat dari 2023 yang 5,96%, sementara ketimpangan dan pengangguran juga tetap menjadi PR bersama. Di bidang persampahan, timbulan sampah Tahun 2024 tercatat 334,87 ton/hari dengan capaian pengelolaan 288,45 ton/hari, sehingga baru mencapai 86,14% artinya penanganan dari bidang persampahan, timbulan sampah Tahun 2024 tercatat 334,87 ton/hari dengan capaian pengelolaan 288,45 ton/hari, sehingga baru mencapai 86,14% artinya penanganan dari hulu harus makin kuat dan partisipasi masyarakat makin dibangun. Infrastruktur perkotaan, layanan air minum dan air limbah, serta daya dukung lingkungan juga perlu kita jaga, apalagi risiko bencana hidrometeorologi semakin menuntut kesiapsiagaan.
Selain itu, kita juga menghadapi tantangan penyesuaian transfer ke daerah dari pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan fiskal. Karena itu, perencanaan Tahun 2027 harus benar-benar efektif, efisien, dan berdampak kalau istilah profesionalnya value for money, setiap program jelas manfaatnya, jelas ukurannya, dan terasa oleh warga.
Berdasarkan evaluasi capaian dan perkembangan kondisi daerah, regional, dan nasional, isu strategis pembangunan Tahun 2027 kita fokuskan pada lima hal:
1) Peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan sosial;
2) Produktivitas dan daya saing ekonomi yang inklusif dan berkeadilan;
3) Tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih;
4) infrastruktur perkotaan yang berkualitas dan merata;
5) Serta lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Arah prioritas ini sejalan dengan misi pembangunan daerah Meningkatkan SDM dan kehidupan sosial yang religius-berbudaya, memperkuat ekonomi daerah berbasis industri-jasa-perdagangan, memperbaiki tata kelola, pemerataan infrastruktur, dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
“Untuk itu, saya minta kepada para Kepala Perangkat Daerah, di bawah koordinasi Sekretaris Daerah dan Kepala Bappelitbangda, agar prioritas tersebut dijabarkan secara teknis dalam program dan kegiatan, disertai strategi yang matang, dan dituangkan dalam RKPD serta Renja Perangkat Daerah Tahun 2027,”pungkasnya.

